Cerita Sex Riska Di Entot Tukang Becak

Cerita Sex Riska Di Entot Tukang Becak

Ioncash88.com - Riska merupakan seorang gadis pelajar kelas 3 di sebuah SMU negeri terkemuka di kota YK. Gadis yang berusia 17 tahun ini memiliki tubuh yang sekal dan padat, kulitnya kuning langsat. Rambutnya tergerai lurus sebahu, wajahnya juga lumayan cantik.

Dia merupakan anak bungsu dari lima bersaudara, ayahnya merupakan seorang pejabat yang sekarang bersama ibunya tengah bertugas di ibukota, sedang kakak-kakaknya tinggal di beraneka kota di pulau jawa ini sebab keperluan pekerjaan atau kuliah. Maka tinggallah Riska seorang diri di rumah tersebut, sekali-sekali ia juga didampingi oleh sepupunya yang mahasiswi dari sebuah universitas negeri ternama di kota itu.

Sebagai anak ABG yang mengikuti trend masa sekarang, Riska sangat gemar menggunakan baju yang serba ketat termasuk juga seragam sekolah yang dikenakannya sehari-hari. Rok abu-abu yang tingginya beberapa senti di atas lutut sudah cukup menyingkapkan kedua pahanya yang putih mulus, dan ukuran roknya yang ketat itu juga menampakkan lekuk body tubuhnya yang sekal menggairahkan.

Penampilannya yang wahai ini tentu mengundang pikiran buruk para laki-laki, dari yang sekadar menikmati kemolekan tubuhnya hingga yang bercita-cita mau menggagahinya. Salah satunya merupakan Parno, si tukang becak yang mangkal di depan gang rumah Riska. Parno, pria berusia 40 tahunan itu, memang seorang pria yang berlibido tinggi, libidonya acap kali naik tak terkendali jikalau memandang gadis-gadis cantik dan seksi melintas di hadapannya.

Sosok pribadi Riska memang cukup supel dalam bergaul dan sedikit genit termasuk terhadap Parno yang acap kali mengantarkan Riska dari jalan besar menuju ke kediaman Riska yang masuk ke dalam gang.

Suatu petang, Riska pulang dari sekolah. Seperti lazim Parno mendampinginya dari jalan raya menuju ke rumah. Sore itu suasana agak mendung dan hujan rintik-rintik, situasi di sekitar juga sepi, maklumlah daerah itu berada di pinggiran kota YK. Dan Parno menentukan ketika inilah kesempatan terbaiknya untuk melampiaskan impian libidonya terhadap Riska. Dia sudah mempersiapkan segalanya, termasuk lokasi daerah dimana Riska nanti akan dikerjai. Parno sengaja mengambil jalan memutar via jalan yang lebih sepi, treknya agak jauh dari trek yang dilalui sehari-hari sebab jalannya memutar via areal pekuburan.

“Lho koq via sini Pak?”, tanya Riska.

“Di depan ada kawinan, jadi jalannya ditutup”, bujuk Parno sambil terus mengayuh becaknya.

Dengan sedikit kesal Riska malah terpaksa mengikuti kemauan Parno yang mulai mengayuh becaknya agak kencang. Sesudah hingga pada lokasi yang sudah direncanakan Parno, merupakan di sebuah bangunan tua di tengah areal pekuburan, tiba-tiba Parno membelokkan becaknya masuk ke dalam gedung tua itu.

“Lho kenapa masuk sini Pak?”, tanya Riska.

“Hujan..”, jawab Parno sambil menghentikan becaknya ideal di tengah-tengah bangunan kuno yang gelap dan sepi itu. Dan memang hujan malah sudah turun dengan derasnya.

Bangunan tersebut merupakan bekas pabrik tebu yang dibangun pada jaman belanda dan sekarang sudah tak dipakai lagi, paling-paling sekali-sekali dipakai untuk gudang warga. Kondisi seperti ini membikin Riska menjadi kian panik, wajahnya mulai kelihatan was-was dan galau.

“Tenang.. Tenang.. Kita santai dulu di sini, ketimbang berair-basahan sama air hujan mending kita berair-basahan keringat..”, ujar Parno sambil menyeringai turun dari daerah kemudi becaknya dan menghampiri Riska yang masih duduk di dalam becak.

Baca Juga > Cerita Sex Ngewe Sama Tina di Kamar Mandi

Bagai tersambar petir Riskapun kaget mendengar ucapan Parno tadi.

“A.. Apa maksudnya Pak?”, tanya Riska sambil terbengong-bengong.

“Non cantik, kau mau ini?” Parno tiba-tiba menurunkan celana komprangnya, mengeluarkan penisnya yang sudah mengeras dan membesar.

Riska kaget separuh mati dan tubuhnya seketika lemas ketika memandang pemandangan yang belum pernah ia lihat selama ini.

“J.. Jaangan Pak.. Jangann..” pinta Riska dengan wajah yang memucat.

Sebentar Parno menatap tubuh Riska yang menggairahkan, dengan posisinya yang duduk itu tersingkaplah dari balik rok abu-abu seragam SMU-nya kedua paha Riska yang putih bersih itu. T-shirt kaki putih setinggi betis menambah estetika kaki gadis itu. Dan di bagian atasnya, kedua buah dada ranum kelihatan kelihatan dari balik baju putih seragamnya yang berukuran ketat.

“Ampunn Pak.. Jangan Pak..”, Riska mulai menangis dalam posisi duduknya sambil merapatkan badan ke sandaran becak, seolah mau menjaga jarak dengan Parno yang kian mendekati tubuhnya.

Tubuh Riska mulai menggigil tetapi bukan sebab dinginnya udara ketika itu, tetapi tatkala dirasakannya sepasang tangan yang kasar mulai menyentuh pahanya. Tangannya secara refleks berusaha menampik tangan Parno yang mulai menjamah paha Riska, tetapi percuma saja sebab kedua tangan Parno dengan kuatnya mengontrol kedua paha Riska.

“Oohh.. Jangann.. Pak.. Tolongg.. Jangann..”, Riska meronta-ronta dengan menggerak-gerakkan kedua kakinya. Akan tetapi Parno malah kian menjadi-jadi, dicengkeramnya erat-erat kedua paha Riska itu sambil merapatkan badannya ke tubuh Riska.

Riska malah menjadi mati kutu sementara isak tangisnya mengumandang di dalam ruangan yang mulai gelap dan sepi itu. Kedua tangan kasar Parno mulai bergerak mengurut kedua paha mulus itu hingga menyentuh pangkal paha Riska. Tubuh Riska menggeliat ketika tangan-tangan Parno mulai menggerayangi bagian pangkal paha Riska, dan wajah Riska menyeringai ketika jari-jemari Parno mulai menyusup masuk ke dalam celana dalamnya.

“Iihh..”, pekikan Riska kembali mengumandang di ruangan itu di ketika jari Parno ada yang masuk ke dalam liang vaginanya.

Tubuh Riska menggeliat kencang di ketika jari itu mulai mengorek-ngorek lubang kewanitaannya. Desah nafas Parno kian kencang, ia kelihatan sangat menikmati adegan ‘pembuka’ ini. Ditatapnya wajah Riska yang megap-megap dengan tubuh yang menggeliat-geliat imbas jari tengah Parno yang berdansa-nari di dalam lubang kemaluannya.

“Cep.. Cep.. Cep..”, terdengar bunyi dari bagian selangkangan Riska. Dikala ini lubang alat vital Riska sudah banjir oleh cairan kemaluannya yang bercucuran membasahi selangkangan dan jari-jari Parno.

Puas dengan adegan ‘pembuka’ ini, Parno mencabut jarinya dari lubang alat vital Riska. Riska kelihatan terengah-engah, air matanya juga meleleh membasahi pipinya. Parno kemudian menarik tubuh Riska turun dari becak, gadis itu dipeluknya erat-erat, kedua tangannya meremas-remas pantat gadis itu yang sintal sementara Riska cuma dapat terdiam pasrah, detak jantungnya terasa di sekujur tubuhnya yang gemetaran itu. Parno juga menikmati wanginya tubuh Riska sambil terus meremas remas pantat gadis itu.

Selanjutnya Parno mulai menikmati bibir Riska yang tebal dan sensual itu, dikulumnya bibir itu dengan rakus bak seseorang yang tengah kelaparan melahap makanan.

“Eemmgghh.. Mmpphh..”, Riska mendesah-desah di ketika Parno melibas bibirnya. Dikulum-kulum, digigit-gigitnya bibir Riska oleh gigi dan bibir Parno yang kasar dan bau rokok itu. Kecupan Parno malah bergeser ke bagian leher gadis itu.

“Oohh.. Eenngghh..”, Riska mengerang-ngerang di ketika lehernya dikecup dan dihisap-hisap oleh Parno.

Cengkeraman Parno di tubuh Riska cukup kuat sehingga membikin Riska sulit bernafas apalagi bergerak, dan hal inilah yang membikin Riska pasrah di hadapan Parno yang tengah memperkosanya. Sesudah puas, sekarang kedua tangan kekar Parno meraih kepala Riska dan menekan tubuh Riska ke bawah sehingga posisinya berlutut di hadapan tubuh Parno yang berdiri tegak di hadapannya. Segera saja oleh Parno kepala Riska dihadapkan pada penisnya.

“Ayo.. Jangan jenis-jenis non cantik.. Buka mulut kau”, bentak Parno sambil menjambak rambut Riska.

Takut pada umpatan Parno, Riska tak dapat menolak permintaannya. Sambil terisak-isak ia sedikit demi sedikit membuka mulutnya dan seketika saja Parno menyokong masuk penisnya ke dalam mulut Riska.

“Hmmphh..”, Riska mendesah lagi ketika benda menjijikkan itu masuk ke dalam mulutnya hingga pipi Riska menggelembung sebab batang alat vital Parno yang menyumpalnya.

“Akhh..” sebaliknya Parno mengerang enak. Kepalanya menelentang keatas menikmati hangat dan lembutnya rongga mulut Riska di sekujur batang kemaluannya yang menyumpal di mulut Riska.

Riska menangis tak berdaya menahan gejolak nafsu Parno. Sementara kedua tangan Parno yang masih mencengkeram erat kepala Riska mulai menggerakkan kepala Riska maju mundur, mengocok penisnya dengan mulut Riska. Suara berdecak-decak dari liur Riska terdengar terang disisipi batuk-batuk.

Sebagian menit lamanya Parno menjalankan hal itu terhadap Riska, ia kelihatan benar-benar menikmati. Tiba-tiba badan Parno mengejang, kedua tangannya menggerakkan kepala Riska kian kencang sambil menjambak-jambak rambut Riska. Wajah Parno menyeringai, mulutnya menganga, matanya terpejam erat dan..

“Aakkhh..”, Parno melengking, croot.. croott.. crroott..

Seiring dengan muncratnya cairan putih kental dari alat vital Parno yang mengisi mulut Riska yang kaget mendapatkan muntahan cairan itu. Riska berusaha melepaskan batang penis Parno dari dalam mulutnya tetapi sia-sia, tangan Parno mencengkeram kuat kepala Riska. Sebagian besar air mani Parno sukses masuk memenuhi rongga mulut Riska dan mengalir masuk ke tenggorokannya serta beberapa lagi meleleh keluar dari jeda-jeda mulut Riska.

“Ahh”, sambil mendesah lega, Parno mencabut batang kemaluannya dari mulut Riska.

Menonjol batang penisnya berair oleh cairan air mani yang bercampur dengan air liur Riska. Sudah pula halnya dengan mulut Riska yang kelihatan berair oleh cairan yang sama. Riska meski masih dalam posisi terpaku berlutut, tetapi tubuhnya juga lemas dan shock sesudah diperlakukan Parno seperti itu.

“Sesudah Pak.. Sudahh..” Riska menangis sesenggukan, terengah-engah mencoba untuk ‘bernego’ dengan Parno yang sambil mengontrol nafas berdiri dengan gagahnya di hadapan Riska.

Nafsu daya seksualitas yang masih memuncak dalam diri Parno membikin energinya menjadi kuat berlipat-lipat kali, apalagi ia sudah menenggak jamu super kuat demi kelancaran hajatnya ini sebelumnya. Sesudah berejakulasi tadi, tak lama kemudian nafsunya kembali bergejolak hingga batang kemaluannya kembali mengacung keras siap menerkam mangsa lagi.

Parno kemudian mengontrol tubuh Riska yang masih menangis terisak-isak. Riska sadar akan apa yang sebentar lagi terjadi kepadanya merupakan sesuatu yang lebih menyeramkan. Badan Riska bergetar ketika Parno menidurkan tubuh Riska di lantai gudang yang kumal itu, Riska yang mentalnya sudah jatuh seolah tersihir mengikuti arahan Parno.

Sesudah Riska terbaring, Parno menyingkapkan rok abu-abu seragam SMU Riska hingga setinggi pinggang. Kemudian dengan gerakan perlahan, Parno memerosotkan celana dalam putih yang masih menutupi selangkangan Riska. Kedua mata Parno malah melotot tajam ke arah alat vital Riska. Sesudah yang menstimulasi, ditumbuhi rambut yang tak demikian itu banyak tetapi rapi menutupi bibir vaginanya, cantik sekali.

Parno seketika saja memberi arahan batang penisnya ke bibir Miss V Riska. Riska menjerit ketika Parno mulai menekan pinggulnya dengan keras, batang penisnya yang panjang dan besar masuk dengan paksa ke dalam liang Miss V Riska.

“Aakkhh..”, Riska menjerit lagi, tubuhnya menggelepar mengejang dan wajahnya meringis menahan rasa pedih di selangkangannya.

Kedua tangan Riska ditekannya di atas kepala, sementara ia dengan sekuat energi melesakkan batang kemaluannya di Miss V Riska dengan kasar dan termotivasi.

“Aaiihh..”, Riska melengking keras di ketika dinding keperawanannya sukses ditembus oleh batang penis Parno. Darah malah bercucuran dari jeda-jeda alat vital Riska.

“Ohhss.. Hhsshh.. Hhmmh.. Eehhghh..” Parno mendesis enak.

Sesudah sukses melesakkan batang kemaluannya itu, Parno seketika menggenjot tubuh Riska dengan kasar.

“Oohh.. Oogghh.. Oohh..”, Riska mengerang-ngerang kesakitan. Tubuhnya terguncang-guncang imbas gerakan Parno yang keras dan kasar. Sementara Parno yang tak peduli terus menggenjot Riska dengan bernafsu. Batang penisnya berair kuyup oleh cairan Miss V Riska yang mengalir deras bercampur darah keperawanannya.

Sekitar lima menit lamanya Parno menggagahi Riska yang kian kepayahan itu, sepertinya Parno sangat menikmati tiap hentakan demi hentakan dalam menyetubuhi Riska, hingga hasilnya di menit ke-delapan, tubuh Parno kembali mengejang keras, urat-uratnya kelihatan keluar dari tubuhnya yang hitam kekar itu dan Parno malah berejakulasi.

Baca Juga > Cerita Sex Dipuaskan Oleh ABG tetangga

“Aahh..” Parno memekik panjang melampiaskan rasa puasnya yang tiada tara dengan menumpahkan seluruh spermanya di dalam rongga alat vital Riska yang tengah menggelepar kepayahan dan kehabisan energi sebab tak mampu lagi mengimbangi gerakan-gerakan Parno.

Dan hasilnya kedua tubuh itupun kemudian jatuh lunglai di lantai diiringi desahan nafas panjang yang terdengar dari mulut Parno. Parno puas sekali sebab sudah sukses menjalankan hajatnya merupakan memperkosa gadis cantik yang selama ini menghiasi pandangannya dan menggoda dirinya.

Sesudah rehat beberapa menit tepatnya menjelang Isya, hasilnya Parno dengan becaknya kembali mengantarkan Riska yang kondisinya sudah lemah pulang ke rumahnya. Sesudah masih lemas dan imbas rasa sakit di selangkangannya, Riska tak mampu lagi berjalan normal hingga Parno terpaksa memberi arahan gadis itu masuk ke dalam rumahnya. Agen Sabung Ayan

Suasana di lingkungan rumah yang sepi membikin Parno dengan leluasa memberi arahan tubuh lemah Riska hingga hingga ke teras rumah dan kemudian mendudukkannya di bangku teras. Sesudah berbisik ke kuping Riska bahwa ia berjanji akan datang kembali untuk menikmati tubuhnya yang molek itu.

Parno malah kemudian meninggalkan Riska dengan mengayuh becaknya menghilang di kegelapan malam, meninggalkan Riska yang masih terduduk lemas di bangku teras rumahnya

Untuk ingin lebih banyak baca cerita bokep silahkan klik https://rennasangpenggoda.blogspot.com

 daftar judi online

Komentar

  1. Hai Bosku ^^ Sering Kalah Bermain Judi Poker online ? Coba Gabung Bersama Kami Di Jpoker99 Dengan Minimal

    10.000,- & Withdraw 20.000,- Bandar Poker Terpercaya & Terbesar Di indonesia Website Server PKV yang Terbukti

    Kemenangan Yang Besar Untuk Anda !

    Jpoker99-Agen Sakong Online | Bandar66 | Capsa Susun | Bandar Poker | Judi Domino99 | BandarQ | AduQ | Poker

    Texas Indonesia

    Agen Judi Online Terpercaya dan Terbaik di Indonesia

    Menyediakan berbagai macam permainan Judi Kartu Online Terlengkap

    1 ID untuk 8 Game Permainan yang disediakan oleh Situs Jpoker99

    Domino99

    AduQ

    Poker

    Capsa Susun

    BandarQ

    Bandar 66

    Bandar Poker

    Sakong

    > Bonus Cashback 0.3% (dibagikan 2x setiap Minggunya)

    > Bonus Refferal 20% ( Ada Penawar khusus Untuk Agen Referral)

    > Customer Service 24 Jam Nonstop Siap Membantu Anda

    > Bank 24 jam Online

    > Support 7 Bank Lokal Indonesia {BCA, BNI, BRI, Mandiri, Danamon, Cimb Niaga, Permata Bank}

    > Support Via Ovo Dan Juga Go-pay

    > Info Lebih Lanjut : https://bit.ly/31j2HS4

    * Line : JPOKER99

    * WeChat : JPOKER99

    * WhatsApp : +85578811422

    BalasHapus

Posting Komentar